Berita


Kehamilan Triplet dan Proses Persalinannya: Penjelasan Dokter RS UMMI Bogor

13 Januari 2026

  • Red: Faizah Yusriyah
  • 01 Desember 2025, Bogor — Kehamilan triplet atau kehamilan kembar tiga merupakan kondisi yang jarang terjadi dan membutuhkan perhatian khusus selama masa kehamilan hingga persalinan. Di RS Ummi Bogor, tim medis berhasil menangani persalinan pasien dengan kehamilan triplet melalui pemantauan kehamilan yang terencana dan intensif.

    Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Ummi Bogor, dr. Astri Susanti, Sp.OG, menjelaskan bahwa kehamilan triplet memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan dengan satu janin.

    “Kehamilan triplet ini sangat jarang terjadi dan tentu memiliki risiko yang lebih besar, sehingga pemeriksaan kehamilan harus dilakukan lebih ketat dan teratur,” jelas dr. Astri.

    Jenis Kehamilan Kembar Tiga

    Menurut dr. Astri, kehamilan kembar tiga dapat berasal dari tiga sel telur yang berbeda, satu sel telur yang berkembang menjadi tiga janin identik, maupun kombinasi dari dua sel telur.

    “Pada kasus ini, kehamilan terjadi dari dua sel telur yang berbeda, di mana salah satunya membelah menjadi dua janin. Kondisi ini disebut sebagai kehamilan triplet mix (kombinasi)” ujarnya.

    Risiko pada Kehamilan Triplet

    Kehamilan triplet memiliki sejumlah risiko medis yang perlu diwaspadai. Beberapa di antaranya adalah hipertensi dalam kehamilan, preeklamsia, diabetes gestasional, anemia, kontraksi prematur, serta kelahiran bayi sebelum cukup bulan.

    “Kondisi-kondisi tersebut menjadi alasan utama mengapa kehamilan triplet harus masuk dalam pengawasan kehamilan risiko tinggi,” kata dr. Astri.

    Usia Kehamilan dan Waktu Persalinan

    Pada kehamilan tunggal, persalinan normal biasanya terjadi pada usia kehamilan 37 hingga 40 minggu. Namun, pada kehamilan triplet, persalinan umumnya berlangsung lebih awal.

    “Kehamilan triplet biasanya berakhir pada usia kehamilan 32 sampai 35 minggu. Pada pasien ini, persalinan terjadi pada usia sekitar 34 hingga 35 minggu,” jelas dr. Astri.



    Perjalanan Kehamilan Pasien Sejak Awal

    Pasien mengungkapkan bahwa sejak trimester pertama kehamilan, ia mengalami mual berat hingga tidak mampu mengonsumsi makanan dengan baik. Kondisi tersebut membuat pasien harus menjalani perawatan inap di RS Ummi Bogor sejak awal kehamilan.

    Pemantauan kehamilan telah dilakukan sejak usia kandungan sekitar 10 minggu. Selama masa kehamilan, pasien juga beberapa kali menjalani perawatan karena kondisi fisik yang melemah.

    Dengan pertimbangan kondisi medis dan riwayat kehamilan risiko tinggi, pasien memilih untuk melanjutkan perawatan hingga persalinan di RS Ummi Bogor.

    Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Teratur

    Dr. Astri menekankan bahwa pemeriksaan kehamilan yang rutin menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan kehamilan triplet.

    “Dengan pemeriksaan yang teratur, kami bisa merencanakan persalinan dengan lebih baik sehingga bayi dapat lahir sesuai usia kehamilan,” ungkapnya.

    Pendampingan oleh dokter, perawat, dan bidan sejak awal kehamilan berperan penting dalam menjaga kondisi ibu dan janin tetap stabil hingga persalinan berlangsung.

    Edukasi untuk Ibu Hamil

    Kehamilan risiko tinggi seperti kehamilan kembar tiga bukanlah kondisi yang harus dihindari, namun memerlukan kesadaran akan pentingnya pengawasan medis yang optimal. Pemeriksaan kehamilan secara rutin, kepatuhan terhadap anjuran dokter, serta pemilihan fasilitas kesehatan yang memadai merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi.

    Dengan pemantauan yang tepat dan perencanaan persalinan yang baik, kehamilan triplet dapat dijalani dengan lebih aman dan terkontrol.

    Dapatkan Konten Menarik dari RS UMMI GRATIS!!

    Gabung

    Oops, disconnected from server!

    15:07:34

    13 Januari 2026

    Shubuh

    Dzuhur

    Ashar

    Maghrib

    Isya